Tampilkan postingan dengan label Manajemen Pemasaran (Marketing Management). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Pemasaran (Marketing Management). Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Januari 2011

Mark Of Product

Disini nama dipandang sebagai sesuatu hal sangat penting. Terkhusus kepada penanaman suatu produk wajib hukumnya mencari nama-nama terbaik nan elegan.

Banyak perusahaan berani mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan sebuah nama yang juga kadang tidak tanggung-tanggung. Bayangkan untuk sebuah nama, ada produk melakukan riset selama 11 tahun.

Hasilnya memang tidak main-main. Nama yang dijadikan pilihan adalah nama yang tidak ada samanya di dunia. Keunikan lainnya, ketika nama itu disebut oleh orang mana saja dibelahan bumi ini, pengucapannya tetap sama. Ada lagi yang lain, ketika merek atau nama produk tersebut disebut, pengucapannya pasti nampak layaknya orang tersenyum manis.



Bagaimana nama produk Makassar? Namanya hampir semua seragam dimana-mana. Jadi membedakannya menjadi sulit. Baik dari segi kualitas, maupun yang lain.
Misalnya, Coto Makassar, Sop Konro, Pisang Epe’, Pisang Ijo, Markisa, Ikan Bakar, Minyak Gosok dan banyak lagi. Bayangkan ketika yang semua punya nama khas, Makassar tentu akan menjadi pusat kuliner.

Untuk melahirkan sebuah nama, memang butuh perhatian khusus. Termasuk butuh riset yang mendalam akan makna. Bukan asal sebut. Nama memiliki arti yang begitu besar.
Nama disini tidak terbatas pada nama orang semata, tapi juga nama atau merek suatu produk.

Nah, bagaimana merek yang baik itu?
Syaratnya diantaranya :
  1. Mudah diucapkan, bukan sebaliknya, sampai membuat lidah berlipat-lipat.
  2. Mudah diingat, sehingga selalu prioritas dalam pilihan.
  3. Mudah ditulis, supaya gampang dipesan. Artinya pemesanannya tidak akan salah tulis. Ketika suatu nama salah tulis akibatnya antara lain : Lain yang dipesan, lain yang diantar ; Yang dimaksud, tidak pernah ada ; Produk akan tinggal sampai kadaluarsa
  4. Mudah dimengerti, supaya tidak membingungkan
  5. Memiliki makna (bisa luas dan dalam), bukan sebaliknya tidak punya makna. Atau tidak memberi gambaran hubungan produk itu sendiri.
  6. Memuat janji dan komitmen, disini patut menjadi pertimbangan adalah unsur unggul dan kompetitif.
  7. Keunikannya harus terjaga
  8. Tidak lekang oleh jaman. Unsur ini cukup penting untuk menjaga reputasi ketahanan produk di pasaran.
  9. Singkat, padat dan jelas, bukan sebaliknya, panjang, lebar dan kabur
Dari semua syarat tadi yang ada, dianjurkan dijadikan pertimbangan. Namun apabila syarat-syarat tadi ditawarkan sulit terpenuhi, pilihlah syarat  yang paling berpengaruh menurut anda.

Namun jangan hanya satu alasan. Misalnya, memilih merek dengan alasan mudah diucapkan. Bayangkan bila ada merek yang sulit diucapkan. Bagaimana suatu merek produk dipesan?
Memilih merek dengan alasan mudah diucapkan, setidaknya harus mengikuti pertimbangan mudah diingat. Disini perlu dibayangkan bagaimana suatu merek produk yang sulit diucapkan. Bagaimana sebuah produk disebut Oe atau Anu. Bagi suatu produk yang namanya sulit diingat, jangan berharap laku dipasaran.
Berikutnya, pilihlah nama untuk melengkapi alasan memilih nama dengan menambahkan pertimbangan mudah ditulis.
Ingat, sekalipun zaman adalah era digital, namun hampir semua pesanan harus ditulis.

Setelah nama sudah ada, langkah selanjutnya lakukan sosialisasi dan promosi. Ingat, sosialisasi dan promosi adalah dua hal yang berbeda.

Sosialisasi adalah pembangunan dan penguatan komitmen.

Promosi adalah penyataan janji dan manfaat dari suatu produk. Dengan demikian, tanpa janji dan manfaat, promosi yang dilakukan dipastikan sia-sia. Dan kesia-siaan itu sendiri maknanya jelas yaitu tidak berguna.

Barang siapa yang tidak yakin nama memilki arti, berarti  mengabaikan kebesaran, sesungguhnya mengabaikan arti hidup.

TRADITIONAL MARKET & MODERN MARKET

Geliat perekonomian di Metropolitan Makassar semakin hari terus meningkat. Hal itu dibuktikan dengan semakin menjamurnya pusat perbelanjaan termasuk pasar modern dan semi modern di sejumlah titik. Apalagi pasar modern yang memberi jaminan keamanan dan kenyamanan berbelanja bagi para konsumen, menjadi ancaman eksistensi pasar tradisional.

    Kehadiran pasar modern, tentu saja akan semakin membuat pasar tradisional semakin tergerus. Saat ini sudah ada beberapa pasar modern dan semi modern dengan fasilitas yang sangat menjanjikan. Sebut saja :
  • Carrefour
  • Hypermart
  • Diamond
  • Hero 
Ditambah lagi market semi modern dengan segala  waktu operasi 24  jam.
Ancaman pasar modern yang lambat laun akan  menggerus pasar tradisional, dibutuhkan perhatian besar pemerintah supaya pasar tradisional terus dibina dan ditata. Juga bagaimana agar dapat disinergikan dengan pasar modern.

Pasar tradisional sejatinya memiliki keunggulan bersaing alamiah yang tidak dimilki secara langsung oleh pasar modern antara lain :
  • Lokasi yang strategis,
  • Area penjualan yang luas,
  • Keragaman barang yang lengkap,
  • Harga yang rendah,
  • Sistem tawar menawar yang menunjukkan keakraban antara penjual dan pembeli
Selain menyandang keunggulan alamiah, pasar tradisional memiliki berbagai kelemahan yang telah menjadi karakter dasar yang sangat sulit diubah antara lain ;
  • Faktor desain,
  • Tampilan pasar,
  • Atmosfir
  • Tata ruang, 
  • Tata letak,
  • Keragaman
  • Kualitas barang
  • Promosi penjualan
  • Jam operasional
  • Optimalisasi pemanfaatan ruang jual

    Hal tersebut diatas penyebabnya adalah kondisi
pasar tradisional yang kondisinya :
  • Kumuh
  • Kotor
  • Bau dengan atmosfir seadanya
  • Jam operasional yang relatif terbatas
  • Tidak representatifnya fasilitas toilet
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan bagi konsumen untuk beralih dari pasar tradisional ke pasar modern. Artinya, dengan nilai uang yang relatif sama, pasar modern memberikan :
  • Kenyamanan   
  • Keamanan
  • Keleluasaan berbelanja
Kondisi kumuh dan becek di pasar tradisional membuat konsumen lebih memilih pasar modern. Namun kehadiran pasar modern  tak akan mematikan pasar tradisional.

Kehadiran pasar modern dinilai tidak akan mematikan eksistensi pasar tradisional di kota
Makassar. Justru, pasar modern siap bersinergi dengan pasar tradisional agar dua-duanya tetap
berjalan selamanya. Semakin banyaknya pasar, tentu saja akan memberikan banyak alternatif pilihan
berbelanja bagi para konsumen.

Para pengelolah pasar modern di metropolitan ini, mengaku tidak sependapat dengan adanya anggapan kalau pasar modern hadir akan mematikan pasar tradisional. Pasar modern dan tradisional masing-masing punya karakter, kelebihan dan kelemahan. Selain itu, sudah ada segmentasi tersendiri sehingga tidak saling mengganggu.

Di Carrefour tetap membina usaha kecil menengah dan masyarakat sekitar.  Ada 90% produk yang dijual di Carrefour adalah lokal dan 70% merupakan produksi UKM. Carrefour juga siap bersinergi dengan pasar tradisional.

Dengan kehadiran pasar modern untuk melengkapi pasar tradisional akan memberikan
banyak pilihan bagi customer. Apalagi kondisi saat ini memang perkembangan jaman modern membuat perilaku masyarakat juga ikut berubah dalam hal berbelanja memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Jadi, pasar modern itu tidak mengancam eksistensi pasar tradisional. Masing-masing sudah
punya pangsa pasar. Cuma memang, pelayanan dan kebersihan pasar tradisional perlu ditingkatkan
karena konsumen juga tak bisa dipaksa, mereka sudah cerdas.

Masing-masing punya selera berbeda. Ada yang tetap senang berbelanja di pasar tradisional dan ada
memang yang lebih senang kalau di pasar modern.

Nah, dengan berbelanja di mall sekalian saja jalan-jalan, sehingga tidak  ada istilah pasar modern matikan pasar tradisional.

Kamis, 02 Desember 2010

USAHA WARALABA / FRANCHISE

    Usaha waralaba yang lebih dikenal dengan istilah franchise ini sudah bukan barang asing lagi di kota besar di Indonesia. Beberapa tahun lalu kita bisa saja tidak mengenal yang namanya franchise. Tapi sekarang sepertinya secara tidak langsung kita wajib mengetahuinya kalau tidak mau ketinggalan dalam hal pemasaran.

    Kalau dulu yang kita ketahui sebagai usaha franchise seperti :
  • Kentucky Fried Chicken
  • Mc Donald
  • California Fried Chicken
  • Texas Fried Chicken           
       
    Sekarang sudah banyak lagi yang lain. Dari bisnis makanan bermunculan yang namanya :
  • Breadtalk
  • Bakso lapangan tembak
  • Rice bowl
  • Pizza Hut
  •  Ayam Bakar Wong Solo
  • Kebab Turki

    Di bisnis jasa ada :
  • Rudi Hadisuwarno Salon
  • Johny Andrean Salon
  • Ultra Disc
  • Ray White

    Di bisnis retail muncul yang namanya :
  • Hypermart
  • Carrefour
  • Hero
  • Makro

Apa itu usaha waralaba ?

    Berdasarkan UU no 9 tahun 1995 tentang usaha kecil, waralaba diartikan sebagai suatu kemitraaan antara usaha besar dengan menengah kecil yang saling membutuhkan dan saling mendukung

    Tetapi bila mengacu kepada Peraturan Pemerintah Waralaba No.16 tahun 1997, waralaba atau franchise diartikan dalam 3 hal , yaitu :
  • Kesamaan penggunaan merek dagang
  • Menggunakan sistem bisnis yang sama
  • Kewajiban salah satu pihak untuk membayar biaya atau fee kepada pihak lain atas dasar penggunaan merek dagang tersebut.

    Ada seorang ahli mendefinisikan bahwa Waralaba adalah salah satu bentuk pola kemitraan antara perusahaan dengan sistem manajemen yang sudah mantap dengan perusahaan yang sistem manajemennya belum mantap.
    Yang penting adalah perusahaan itu bisa disebut sebagai pewaralaba apabila mempunyai sistem bisnis yang proven dan terbukti telah suskses mencetak profit.

    Sebuah perusahaan telah bisa dikatakan telah bisa dikatakan untung, dapat diukur dari cash flow atau bisa diukur dari return of investment atau bisa juga diukur dari profit and lost dalam hitung-hitungan rugi laba.

    Menurut Asosiasi Franchise Indonesia bahwa Waralaba diartikan sebagai konsep marketing dan distribusi.
    Marketing disini maksudnya, waralaba mengacu pada konsep kepuasan atau memenuhi kebutuhan pelanggannya.
    Dalam hal ini, waralaba memberi kebutuhan atau keinginan kepada costumernya baik dalam hal kualitas produk, tepat waktu atau harga yang sesuai.

    Sedangkan yang dimaksud dengan konsep distribusi adalah hal-hal yang mengarah kepada perluasan usaha secepat mungkin.
    Dalam distribusi, suatu produk disalurkan dari produsen melalui perantara sebagai grosir, semi grosir atau distributor.

Alasan Memilih Franchise ?
       
    Perluasan usaha dengan menggunakan pola waralaba banyak dipilih pengusaha karena franchise selain memiliki tingkat resiko yang kecil, juga mempunyai tingkat keberhasilan yang besar.

    Selama ini ada anggapan bahwa franchise adalah salah satu cara mudah mendapatkan banyak uang. Hal ini dimungkinkan karena franchise membuat usaha lebih cepat  dilirik pasar, sehingga franchise dinilai dapat mengatasi yang namanya persaingan. Di dalam persaingan, siapa yang lebih dulu menguasai jaringan, dia yang akan lebih unggul.

Syarat men-franchise-kan usaha :
       
Usaha yang ingin di franchise-kan adalah :
  • Usaha yang memilki proven, dimana jumlah salesnya  yang meningkat
  • Punya keunikan, baik dari sisi sistem, proses maupun produknya. Lebih unggul dibanding dengan yang lain
  • Bisa direplikasi, punya kebudayaan perusahaan yang baik.

Keuntungan Memilki Franchise :
  • Sebagai franchisor pewaralaba, dalam melakukan ekspansi usaha tidak membutuhkan modal, karena modal akan dipersiapkan dari calon franchisenya.
  • Franchise dapat diartikan sebagai satu peluang usaha yang tingkat resikonya rendah.
  • Kalau membuka usaha baru sendiri, kegagalannya minimal 0-2 tahun pada saat buka.
  • Kalau membeli franchise, tidak ada lagi resiko awal usaha karena sudah ditanggung oleh pengusaha awal.

Tahapan-tahapan men-franchise-kan usaha :

1.Membuat konsep franchise, seperti
  • Menyusun sistem yang siap menghadapi tantangan dan persaingan. Tujuannya adalah agar memudahkan franchise menduplikasi usaha
  • Lakukan perbaikan dan pengembangan secara berkelanjutan 
  • Memperhatikan keunggulan usaha, keseragaman dan merek yang kuat.

2.    Memasarkan usaha yang akan diwaralabakan, dengan cara :
  • Beriklan di media elektronik/cetak, pameran, brosur, poster dan roadshow ke kota lain.
  • Melakukan pertemuan dengan calon-calon pengusaha lain yang potensial.
  • Memperhatikan benefit yang akan mereka dapatkan, perjanjian/kontrak waralaba, starategi pemasaran yang tepat

3.     Pemeliharaan waralaba, agar bisa mempertahankan kemitraan  dan kesuksesan jaringan serta tidak segan-segan saling membantu apabila menghadapi masalah.

“APPETIZER” OF ADVERTISER

Iklan bagai sup ayam yang sering digunakan  sebagai appetizer (pembangkit selera) sebelum menyantap makanan utama (main course) terlebih dahulu memberikan  rangsangan kepada konsumen dalam bentuk iklan agar konsumen tetarik untuk menggunakan produk tersebut.

        Perkembangan Indonesia salah satunya ditandai dengan sarana dan prasarana  yang mendukung segala aktifitas masyarakatnya. Kemeriahan kota-kota  besar dengan mal, restaurant, karaoke, warnet, bioskop bahkan jembatan penyebrangan dan kerlap-kerlip lampu kota telah menjadi bagian darinya. Tak terelakkan lagi jika sarana dan prasarana ini yang dulunya hanya sebagai  penunjang kini telah menjadi satu kebutuhan.

Ini sudah menjadi “keharusan”  ditengah rutinitas perkotaan yang membisnisikan segala sesuatunya. Demi lancarnya bisnis ini, salah satu yang dapat dilakukan adalah bagaimana memasarkan atau mempromosikan jasa / barang yang ditawarkan. Salah satu ciri negara yang
berkembang adalah usaha periklanannya yang turut berkembang .Sama halnya dengan Indonesia sebagai salah satu negara yang perkembangan perdagangannya seturut dengan perkembangan usaha iklan dimana iklan merupakan bagian dari pedagangan itu sendiri.

        Iklan sebagai satu media promosi untuk memasarkan suatu produk (barang / jasa) merupakan suatu alternatif yang dipilih oleh produsen agar produk yang dilempar ke pasaran dapat diketahui oleh masyarakat luas yang kemudian memilki ketertarikan untuk menggunakan produk tersebut. Tak dapat
dielakkan  lagi kalau iklan sudah menjadi kebutuhan bagi produsen  dalam memasakan produknya, ini bertujuan agar masyarakat luas mengetahui tentang keberadaan produk tersebut berikut keuntungan ataupun manfaat yang diperoleh konsumen jika memiliki produk yang diiklankan.

Iklan sudah menjadi kebutuhan yang sangat dekat dengan kehidupan metropolitan. Pagi-pagi sebelum sarapan, kita sudah disuguhi iklan disurat kabar. Belum lagi dijalan-jalan, dimana spanduk, leaflet, brosur dan sebagainya sudah menjadi wallpaper  jalanan. Dunia periklanan yang menuntun orang-orang di dalamnya untuk terus menciptakan inovasi baru yang didasari oleh daya kreatifitas yang tinggi, menampakkan hasilnya dari ciptaan promosi produk yang dihasilkan. Ada-ada saja cara yang digunakan untuk promosi, mulai dari menggunakan payung, jam dinding, notebook, bahkan kios “dibungkus” dengan iklan sampai dengan mengadakan perhelatan akbar yang kesemuanya disponsori oleh suatu produk. Hal ini menunjukkan bahwa kreatifitas dan kreasi adalah modal utama dalam bisnis ini. 
        Melihat makin maraknya kebutuhan akan promosi, bisa disimpulkan bahwa dunia iklan atau advertising merupakan salah satu elemen penting dalam perekonomian pada umumnya, pemasaran pada khususnya, yang berati iklan tidak pernah mati. Dengan kata lain, perekonomian suatu negara bisa ambruk bila advertising atau periklanan mengalami kevakuman apalagi di negara-negara maju, dimana periklanan menjadi sektor primadona dalam peekonomian dan dunia kerja. Industri periklanan berperan membantu terciptanya skala ekonomi yang besar bagi setiap produk, sehingga menurunkan
biaya produksi dan distibusi per unit atas produk itu.

Dunia periklanan tidak akan penah mati selama manusia membutuhkan informasi dan media promosi
karena itu masa depan dunia advertising sangat menjanjikan. Iklan atau advertising didefinisikan sebagai kegiatan berpromosi  (barang / jasa) lewat media massa.  Atau bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk menginterpetasikan kualitas produk jasa dan ide berdasarkan kebutuhan dan keinginan konsumen.
        Iklan difungsikan sebagai perangsang dan sekaligus pembentuk perilaku konsumen. Atau dalam ungkapan lain, fungsi dan tujuan penyajian iklan adalah : demi manarik perhatian masyarakat calon konsumen, menjaga atau memelihara citra nama (brand image) yang terpatri di benak masyarakat   citra nama itu menjadi perilaku konsumen.
        Tapi apapun definisi itu, iklan merupakan contoh yang baik dari efek jurnalisme. Hal yang tengah menggejala dewasa ini. Dalam kaitan dengan eksistensi nilai, kaum periklanan pada umumnya membagi dunia iklan dalam 3 golongan yang besinergi, yaitu :
1.     Golongan produsen, mereka yang mengambil inisiatif menetapkan citra mana yang akan diiklan
2.     Golongan perusahaan periklanan, yakni mereka yang berkreasi atas arahan golongan produsen
3.     Golongan media, yakni para pemilik media massa yang menyebarkan hasil kreasi golongan perusahaan periklanan itu.

        Guna menampilkan iklan yang baik, mudah dipahami dan yang utama mendidik, maka ketiga pilar tersebut mesti memperhatikan aturan periklanan. Hal lain yang menunjang pencapaian tujuan di bisnis advertising yaitu kerjasama yang baik dengan pemerintah selaku pihak yang membeikan izin dalam penyelenggaraan iklan khususnya dalam bidang iklan outdoor.  Iklan adalah salah satu kegiatan promosi yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk memberikan informasi kepada calon pembeli mengenai sifat dan atribut produk untuk membujuk konsumen untuk membeli ulang produk-produk itu. Selain iklan, kegiatan promosi lainnya yaitu promosi penjualan, machandising, pengemasan barang, penjualan langsung, public relation, diferensiasi harga penjualan, membagikan hadiah kepada calon konsumen, talkshow di media elektronik, mengadakan kuis,  promosi banner advertising melalui internet dan lain-lain.

Berbicara tentang internet, pemasangan iklan di dunia maya sudah mulai berkembang namun keterikatan masyarakat awam akan iklan jenis ini belum terlalu nampak karena informasinya masih kurang padahal iklan ini dapat diakses  dimanapun kita berada.